Jumat, 12 Juli 2019

Surat Pribadi (pengertian, struktur, contoh)


Surat Pribadi atau Personal letter

Adalah surat yang dibuat untuk tujuan pribadi. Yaiyalah. Namanya juga surat pribadi yakan?
Tidak dilengkapi kop surat layaknya surat resmi yang bersifat formal.

Struktur Surat Pribadi

Dalam pembuatan sebuah surat pribadi, terdapat beberapa bagian yang saling melengkapi. Bagian-bagian surat pribadi tersebut antara lain:

1. Alamat dan Tanggal Penulisan Surat

Pada bagian ini pembuat surat menuliskan alamatnya secara singkat dan juga tanggal surat itu dibuat.

2. Salam Pembuka

Salam pembuka merupakan cara penulis surat memulai komunikasi melalui surat pribadi. Beberapa kata yang sering digunakan sebagai salam pembuka, misalnya:
  • Salam sejahtera
  • Assalamualaikum
  • Dear…
  • Dan lain-lain

3. Paragraf Pembuka

Kalimat di paragram pembuka biasanya berupa pertanyaan mengenai kabar si penerima surat. Misalnya,
“Halo sayang… Apa kabar? Kuharap kamu masih mengingatku”

4. Paragraf Isi

Pada bagian ini adalah tempat dimana si penulis surat menyampaikan inti atau tujuan dibuatnya surat tersebut. Sebuah surat pribadi juga harus memiliki tujuan yang jelas dan disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti. 

5. Paragraf Penutup

Paragraf ini digunakan untuk menutup atau mengakhiri surat pribadi. Kata-kata yang sering digunakan adalah harapan, mohon diri, permintaan maaf, dan lain-lain. 

CONTOH SURAT PRIBADI.
Surat buat jodoh nih wkwk. Baper nggak ya? Tau deh. Baca aja kali aja kita jodoh :v
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

Malang, 31 Oktober 2019

Assalamualaikum jodoh,
  Halo, apa kabar? Kuharap kamu baik-baik saja di sana. Aku di sini baik-baik saja, masih sama melakukan aktivitas harianku seperti biasa.
 Biar kutuliskan surat ini untukmu. Untukmu, yang entah siapa namanya dan di mana adanyaBisa jadi, kamu yang saat ini sedang membaca surat ini. Entah-lah, siapa-pun dirimu. Biarkan aku menyampaikan rasa ku untukmu.
Dirimu, yang namanya tertulis di Lauhul Mahfudz. Tempat yang amat misteri, sepertimu yang saat ini benar-benar misteri. Aku punya puisi. Entahlah, apa ini bisa disebut puisi. Yang jelas, ini menggambarkan rasaku untukmu.
Kukatakan.
Jika aku tak pernah lelah menanti kan mu.
Dirimu, yang selalu mengusik rindu. 
Yang hadirmu, selalu ku pinta Pada-Nya. 
Kuudarakan namamu dalam doa di sepertiga malam,
Yang selalu teriring rindu. Yang amat menggebu, dan tak kunjung berujung temu.
Kau tahu? Tersisip sendu, kala penantian ini tak pernah berakhir.
Salahku kah yang terus mendambamu?
Untukmu yang siapa pun dirimu. Yang nantinya akan bersanding denganku. 
Kumohon, maafkan atas lalainya diriku. Karena terus terang, aku tak tahu. Bisakah aku menjaga cinta ini tetap utuh untuk-Nya, sang Maha Cinta.
Untukmu, yang kelak akan menjadi pendampingku. Yang kuharap, akan menuntunku bersama menuju jannah-Nya.
Biar ku katakan bahwa saat ini, aku tengah memperbaiki diri. Mempersiapkan diri untuk bertemu denganmu. Yang ku harap, aku bisa persembahkan penjagaan ku yang terbaik kelak untukmu.
Untukmu, yang telah Allah takdirkan bersamaku kelak. Siapa pun dirimu, di mana pun kamu berada. Kuharap, kau tak terbuai akan penantian ini. Karena bisa jadi, maut yang akan menjemputku lebih dulu. Maka dari itu, kuharap jadilah seorang hamba yang selalu memperbaiki diri. Karena kapanpun, walau maut menjemput. Aku percaya jodoh pasti bersatu.
Terimakasih sudah mau membacanya dengan sabar. Kuharap kamu mengerti. Aku permisi, mungkin lain waktu kita bisa berjumpa.
Wassalamualaikum
Salam Rindu, 
Dari yang mendoakanmu di titik kilometer sana/nama

(nama)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar